Tuesday, November 11, 2014

Inilah Jalur Pendakuan Gunung Merbabu

 Gunung Merbabu
Pertama-tama saya ingin menjelaskan asal muasal Gunung Merbabu berada di perbatasan Kabupaten Mapetagelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Salatiga. Nama Merbabu sendiri berasal dari kata "maharu = meru" (gunung) dan "abu" (abu) yang berarti gunung yang berwarna abu-abu karena pada saat meletus seluruh permukaan tanahnya tertutup oleh material abu vulkanik dan berwarna abu-abu

Asal usul nama Merbabu, terdapat versi yang beredar di kalangan Keraton Mataram. Konon, di bumi telah berdiri beberapa kerajaan yang saling berperang. Salah satu kerajaan itu, yakni Mamenang, merupakan kerajaan pemenangnya. Kerajaan itu berada di bawah pimpinan Maharaja Kusumawicitra.
Waktu itu Resi Sengkala atau Jaka Sengkala atau Jitsaka atau umum menyebutnya Ajisaka — telah memberikan nama-nama gunung di seluruh Jawa. Sebelum datang ke Pulau Jawa, sang resi adalah raja yang bertahta di Kerajaan Sumatri. Karena kemenangan Maharaja Kusumawicitra itu, maka segala sesuatu yang berada di bawah kekuasaannya diganti namanya disesuaikan dengan kebudayaan Mamenang. Nama Gunung Candrageni, yang semua diberi nama Ajisaka, lantas Kusumawicitra menggantinya menjadi Gunung Merapi. Begitu pula dengan Gunung Candramuka, diubah menjadi "Gunung Merbabu". Sehingga kita mengenal nama Gunung Merapi dan Merbabu.

Dalam naskah-naskah masa pra-Islam ada seorang sakti dari tataran Sunda bernama Bujangga Manik yang seorang pengelana yang hidup pada tahun 1500-an dan pernah singgah dan membuat pertapaan di lereng Merbabu. Bujangga Manik menyebut Gunung Merbabu sebagai Gunung Damalung atau Gunung Pam(a)rihan. Perjalanan Bujangga Manik di lereng G. Merbabu tecatat dalam naskah catatan Belanda, namun perlu dilakukan konfirmasi dan penelitian lebih lanjut (Rsi Hindu-Sunda karya KRT. Kusumotanoyo yang dimuat dalam buku Gema Yubileum HIK, Yogyakarta, 1987).
Perjalanan saya kali ini saya menelusuri Mt Merbabu, Gunung gunung api yang bertipe Strato (lihat Gunung Berapi) yang terletak secara geografis pada 7,5° LS dan 110,4° BT. Secara administratif gunung ini berada di wilayah Kabupaten Magelang di lereng sebelah barat dan Kabupaten Boyolali di lereng sebelah timur, Propinsi Jawa Tengah.

Saya sebenarnya hanya Berdua dengan Frins Gunawan Aritonang, teman satu kampus di Mercu Buana, jurusan Di Marcomm dan Juga Satu komunitas Photography dan awalnya dia teman untuk mendaki gunung merbabu ini

Inilah Jalur Pendakuan Gunung Merbabu
Tetapi Frins Gunawan Aritonang ini coba mengajak dan coba mencari teman, itung itung nambah teman mad, gila juga sih cuman berduaan aja mah, akhirnya frins coba deh cari temen di jajaring sosial Kaskus, dan tenyata ada beberapa orang juga pengen ngedaki gunung merbabu ini, akhirnya janjian lah kita sama berberapa orang, dan ada tread Winbo temen seperjalanan ini yang ngajak bareng dari jakarta, dan ngajak sekitar 10 orang lagi buat bareng kita, okelah gua dan frins 

Setelah ngefixin tanggal sama winbo ini, ya kita memutuskan berangkat pada tanggal 8 mei 2013, Yeahhh...
kita bersepuluh akhirnya ngerundingin bagaimana nih kita ke merbabunya, opsi kereta sempet di canangkan, tapi gagal karena gak kedapetan tiket karena pas banget liburan panjang -_- padahal kereta seru banget buat hal hal kaya gini nih, tapi okelah...
Wimbo pun nyaranin naik bus antar kota, dan okelah yang penting berangkat, hehehehe..

Dan pada tanggal 7 mei gua dan frins mulai siap - siap dari kampus buat perjalanan besok, Yeah.. Mulai dari beli logistik, cek tools ngedaki, dan nyiapin kondisi badan, biar gak loyo cuy..
Pada jam 3 setalah packing dan meyelesaikan kuliah sebentar, berangkat lah kita ke terminal lebak bulus, karna kita janjian sama wimbo buat berangkat dari sana bersama 10 orang lainnya kita janjiannya sih jam 4.30 Woles Woles dikit di kosan, sangking Woles dan rada sedikit mager, jam udah nunjukin jam 4 sore, Telatttt....
Wah langsung dah Berangkat dengan gesah gesah  Cool , awalnya sih opsi kita kelebak bulus naik motor bareng temen, GOD temen gua mager buat nganterin, ggrrrr akhirnya gua nyaranin angkom murah cuyyy, tapi frins bilang kita udah telat mad taksi aja gak enak sama yang lain, yah -_- mahal, tapi yaudah lah dari pada telat naik taksi lah kita dan jam udah nunjukin 4.45, Cus Gan....

Tiba lah kita di terminal lebak bulus sekitar jam 5.45 wah telat nih gak enak banget nih frins, mulai lah kita cari temen seperjalanan kita ini dan sudah ada sekitar 7 orang udah di terminal, dan kenalan kita dan semua teman baru, yoi temen satu hobbi bareng, dan ternya si wimbo ini belum tiba -_-
Akhirnya sekitar jam 8 Malem setelah wimbo tiba dan beli tiket bus sekitar Rp 120 ribu rada mahal 

Setelah perjalanan panjang di bus dan sedikit ngobrol kopi berasama teman seperjalanan dan pemandangan pulau jawa dari balik bus tiba lah kita di magelang, dan kita sampai di terminal katijen jam 11.20 rada pegel sih pada kebanyakan duduk, maklum bis..
karna belum sampai buat ke wekas (Jalur pendakian yang bakal kita laluin) akhirnya kita nyater bus pariwisata gitu buat nyampe ke tempat pendakian wekas dengan biaya 15 ribu dianterin lah kita ke wekas.

Nyampelah kita di gapura wekas jam 12.03 langsung lah gece gece *Semangat hahaha  

Jalan lah kitadari gapura buat ke base camp, wih belon ke base camp ye aja udh nanjakan nanjakan gan mancap, itung itung latihan wis wis wis semangat
Akhirnya setelah manasin dengkul dan betis sampai lah kita di base camp jam 13.24 Akhirnya...
Kita daftar dulu di camp untuk mendaki merbabu dan sedikit isi perut buat persiapan ngedaki, nyam nyam nyam...
Setelah daftar dan isi perut bua tngedaki jam 4 sore kita langsung cus mulai ngedaki merbabu, wih langsung deh mulai ngeliat rumah rumah penduduk, kehidupan mereka karen jalur wekas ini deket dengan penduduk, dan ngeliat pemandangan pembuka gunung merbabu, wih jalur pembuka ini kita disuguhin tanjakan dan turunan yang rada lumayan.
Matahari pun manghilang Pukul jam 6.15 gelap pun menyapa, kita pun tetep melanjukan pendakian dan istirahat sejenak mempersiapkan tools pendakian malam, seperti senter dan isi ulang air dalan tubun, aus aus...
Kita pun melanjukan dan tiba di pos 1 jam 8 malam, istirahat sebentar sambil menikmati dingin malam dan bintang bintang langit hiasan tuhan, nyemilin madu biar makin jreng, ngobrol kopi sejenak, dan ternyata kalo kebanyakan istirahat memuat dingin malam itu makin berasa, okelah kita cus aja...

Huf huf huf suara temen temen terhilat mulai keletihan dan keringat mulai berkucuran, padahal suhu lumayan dingin tapi semanagat tetep tinggi sekali kali menengok kanan kiri pemandangan malam gunung merbabu menawarkan pesona dan suara hewan hewan pun mengema.

Dan akhirnya kita pun tiba di Pos 2 sekitar jam 9.30 dan temen temen memutuskan buat membuat camp dan tenda di pos 2 dan melanjukan perjalan nanti malam dan pos 2 ini terdapat air dan pas untuk mengisi perut dan mengembalikan energi dan mempersiapan semangat buat malem mendaki Laughing out loud

Makan Makan, Ngopi Ngopi dan Ngobrol Ngobrol akhirnya setealah perjalanan cukup melelahkan, bisa makan mie khas gunung dengan air murni ya dan lauk seadanya kita pun terasa enak dan mahal dan mulai mensyukuri hidup ini
Setalah mengisi perut dan ngobrol Gua, Frins dan Abdul istirahat di satu tenda dan terasa sempit dan gak bisa bergerak, hahaha tapi sudahalah yang penting mata merem, dan dingin pun merasukin tulang...
jam 11 pun kita semua pun istirahat dan mulai mendengar suara harmoni alam saat makam hari terasa damai dan hangat.
Thring Ting Ting Alarm pun berbunyi menunjukan pukul jam 1 malam, memaksa kita membuka mata dan istirahat sejenak pun kita akhiri, dan gua adalah orang yang pertama kali bangun dan mulai membangunkan yang lain, beres beres tenda pun kita lakukan, mengambil sampah sampah yang ada di sekitar tenda dan mempersiapkan diri untuk mendaki menuju puncak.

Pukul 2.12 kita ber 10 pun melakukan pendakian kembali untuk menuju puncak yap yap semangat, mendaki tanjakan curam, menuruni turunan terjal, disinilah ujian merbabu yap jalur curamnya dan turunanya menantang kita, dan mencoba menguji nyali para pendaki, fisik pun mulai terkuras disini, suara suara Cape, Aus dan Letih mulai terdengar dari suara teman teman, tetapi selalu ada semangat

Kita pun tiba di hellipad dan disini ada terdapat batu batu cukup tajam, lalu dikanan kiri pun terlihat jurang jurang curam siap membuat nyali diuji, dan gumpukan tanah menciptakan tanjakan tanjakan caram, dengan semangat yang ada dan energi tersisa, dan sedikit cahaya matahari mulai mulai berkedip, kita pun semakin semangat menujuk 7 puncak merbabu, Yeah...

Pada pukul 5.15 pun setelah melewati "Jembatan setan" yang hanya ada satu pijakan untuk melangkah dan mulai lah terlihat puncak dari bawah kita pun semakain bersemangat buat mendaki, Yeahhhh Akhirnya kita tiba dipuncak pada pukul 5-45 terbayar sudah semua letih dan lelah disini, suara para pendaki lain, matahari mengedipkan mata, dan terlihat trek yang berhasil kita lalui, bangga rasanya tiba akhirnya tiba di punak Mt. Merbab


  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Inilah Jalur Pendakuan Gunung Merbabu Rating: 5 Reviewed By: http://awalinfo.blogspot.com/