Wednesday, September 25, 2013

Gua Ditinjau dari Sudut Pandang Ilmu Kimia

Bagaimana gua kapur, stalaktit dan stalagmit terbentuk?
Liburan-liburan gini sebenarnya ada ga enaknya juga kawan-kawan, seolah-olah menjadi seorang pengangguran. Aktivitas yang semula amat padat tiba-tiba menjadi longgar sekali. Teman-teman yang lain baru study tour ke Bali, tapi saya ga bisa ikut karena suatu hal..jadi saya nunggu oleh-oleh dari mereka aja deh.ahahaa..Daripada ngelamun ga jelas, akhirnya saya baca-baca buku ni.. Eh ternyata ada sedikit ilmu yang bisa saya bagikan ke teman-teman. Kita flashback sebentar ya ke susur gua..sebenarnya gimana sih gua kapur itu bisa terbentuk. Gimana sih ceritanya ornamen-ornamen gua yang indah itu ada dengan sendirinya..Kali ini  kita tinjau dari sudut pandang kimia yaa..Selamat membaca..
Karbonat, terutama CaCO3, terlibat dalam proses kimia pada berbagai gejala alam. Salah satu proses dimulai dari pelarutan CO2 di udara oleh air hujan. Kejadian ini menyebabkan air bersifat sedikit asam, akibat pembentukan dan pengionan asam karbonat
CO2 (g) + H2O ↔ H2CO3
H2CO3 + H2O ↔ H3O+ + HCO3-     Ka1 = 4,2 x 10-7
HCO3- + H2O ↔ H3O+ + CO32-      Ka2 = 5,6 x 10-11
Jika air hujan yang mengandung CO2 meresap ke dalam batuan kapur, CaCO3 yang tak larut berubah menjadi Ca(HCO3)2 yang larut. Reaksinya adalah sebagai berikut :
CaCO3 (p) + H2O + CO2 ↔ Ca(HCO3)2 (aq)
Lama kelamaan, aksi pelarutan ini menghasilkan rongga yang besar dalam batuan kapur, yaitu gua kapur. Akan tetapi reaksi di atas dapat balik dan penguapan Ca(HCO3)2mengakibatkan lepasnya H2O dan CO2 serta akan terbentuk kembali CaCO3. Proses ini terjadi amat lambat dan dalam kurun waktu yang sangat lama. Jika Ca(HCO3)2 (aq) menetes dari langit-langit gua, akan terbentuk endapan CaCO3 yang seakan-akan tumbuh dari langit-langit gua menuju ke bawah dan inilah yang disebut stalaktit. Sebagian tetesan Ca(HCO3)2 (aq) jatuh ke lantai gua sebelum penguraian terjadi, endapan CaCO3 akan akan terbentuk di lantai gua dan seakan-akan tumbuh ke atas. Inilah yang disebut stalagmit. Akhirnya beberapa stalagtit dan stalagmit tumbuh bersamaan dan bersatu membentuk pilar kapur.
Nah, begitu ceritanya kawan-kawan..cukup jelas kan? ini ada beberapa foto di gua Pindul dan  Gua Songgilap Wonosari, Gunungkidul, tempay kita susur gua (cave tubing) dahulu..

di dalam gua song gilap..brrr..

para penyusur gua

batu perkasa ini adalah salah satu stalagmit..

Ketika stalagtit dan stalagmit mulai menyatu membentuk pilar kapur..

stalagtit terbentuk dalam waktu yang sangat lama..

salah satu stalagtit terbesar di dunia terdapat di gua pindul..

masih tentang ornamen gua di gua pindul..

Indah sekali bukan? saya cuma ingin menyampaikan ini..
Dari reaksi–reaksi di atas sebenarnya ada satu pelajaran yang dapat kita simpulkan. Jika kadar CO2 di udara semakin banyak dan terjadi hujan, maka air hujan akan bertambah asam. Keasaman tersebut akan mempercepat pelarutan kapur. Jika laju pelarutan CaCO3 lebih tinggi dari laju pembentukannya, maka gua kapur dan ornament-ornamennya seperti stalaktit dan stalagmite akan hilang karena larut oleh air yang asam. Tentu saja, gua menjadi rusak dan tidak dapat dinikmati oleh para penyusur gua seperti kita..Maka dari itu, sebagai khalifah di bumi ini, kita harus mengurangi polusi udara terutama yang berhubungan dengan produksi CO2, misalnya dengan menghemat listrik, mengurangi pemakaian bahan bakar, dan lebih banyak menanam pohon. Jika memungkinkan , bisa lho kita berGOWES ria menuju ke kampus atau tempat kerja….

PLH Indonesia, Salam LESTARI!
kunjungi laman kami ya di http://ksb-atmajaya.blogspot.com/
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Gua Ditinjau dari Sudut Pandang Ilmu Kimia Rating: 5 Reviewed By: Awaluddin Ahmad