Friday, January 17, 2014

Ketika Gunung Sinabung Meletus

Gunung Sinabung kembali erupsi, Selasa, 17 September 2013. Abu vulkanik tampak membumbung tinggi dari kepundan Sinabung. "Saya melihat gumpalan abunya di atas puncak Sinabung," kata Sofian Sitepu, warga Desa Naman Teran, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Gunung ini sebelumnya telah meletus pada Ahad lalu.

Sofian, yang berada di pengungsian berjarak 8 kilometer dari Gunung Sinabung, mengaku melihat dengan jelas gumpalan abu vulkanik di atas Sinabung. "Tapi kami tidak merasakan getaran gempa," kata Sofian.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemkab Karo, Robert Peranginangin, memperkirakan letusan terjadi pukul 12.09 WIB. "Sekitar lima menit lalu meletusnya. Ini saya menuju melihat kondisi Sinabung," kata Robert.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Utara, Asren Nasution, menyebutkan gumpalan asap hitam terlihat jelas dari puncak Sinabung. "Kami sudah standby di lokasi raidus 3 kilometer untuk melakukan evaluasi. Sampai saat ini kami belum mendapat laporan," kata Asren.



Dia menegaskan para warga agar mematuhi imbauan pemerintah untuk tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 kilometer. "Kami meminta warga untuk mematuhi imbauan pemerintah agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan," ujar Asren.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi pada Banda Geologi sejak Ahad lalu meningkatkan status gunung Sinabung menjadi siaga tiga. PVMBG mengirimkan peringatan dini kepada pemerintah untuk mengungsikan dan mengosongkan daerah permukiman dalam radius tiga kilometer.

Hanya saja, diakui beberapa warga, pada siang hari mereka kembali ke permukiman untuk melihat rumah, ternak, dan kebun mereka. "Siang hari mereka melihat rumah, ternak, dan kebunnya. Karena mereka bermatapencaharian di sana," kata Robert.




Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara meletus pada Minggu (15/9) pukul 02.51 WIB. Akibatnya, Sekitar 3.710 jiwa yang hidup di sekitar gunung diungsikan. Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), saat ini terdapat lima titik pengungsian. 

"Pengungsi saat ini berada di jambur Taras Brastagi (650 jiwa), jambur Sempakata (750 jiwa), jambur klasis GBKP Kabanjahe (590 jiwa), jambur Desa Payung (320 jiwa), dan di kompleks GBKP Kabanjahe (1.400 jiwa)," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran pers yang diterima merdeka.com. 

Semua pengungsi dalam kondisi aman. Belum ada laporan mengenai korban jiwa, dan kerusakan dari dampak erupsi tersebut.

Saat ini, lanjut Sutopo, Gunung Sinabung masih terekam tremor yang menerus. Status gunung tetap Siaga. Monitoring aktivitas gunung terus diintensifkan.

Pengalaman penanganan erupsi Gunung Sinabung yang pernah meletus pada Agustus-September 2010 lalu, dinilai telah memberikan banyak pembelajaran bagi Pemda Karo dan BPBD. Pada saat itu erupsi Gunung Sinabung tingginya mencapai 3.000 meter, dentuman terdengar hingga 8 km, dan jumlah pengungsi mencapai 12.000 jiwa.

Masyarakat diimbau untuk selalu meningkatkan kesiapsiagaan, dan mengikuti arahan petugas. Karakteristik erupsi Gunung Sinabung belum banyak dikenali secara lengkap, karena sebelum erupsi tahun 2010, gunung tersebut tidak menunjukkan aktivitas dalam waktu hampir seratus tahun.

"BPBD Sumatera Utara telah melakukan koordinasi dengan Pemda Karo, TNI, Polri dan unsur terkait. Peralatan dan logistik bantuan BNPB yang berada di BPBD Sumut telah dikerahkan ke lokasi bencana. Dapur umum telah didirikan untuk memberikan bantuan kepada pengungsi. Pendataan dan penanganan pengungsi masih dilakukan," terang Sutopo.


  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Ketika Gunung Sinabung Meletus Rating: 5 Reviewed By: Awaluddin Ahmad