Latest News
Sunday, August 28, 2016

Jelajahi Air Terjun Tama'lulua & Bukit Bossolo Jeneponto

Air Terjun Tama'lulua
Air Terjun - Memang nggak dipungkiri kalau punya gadget ditambah koneksi internet itu seakan bisa menggenggam dunia. Dengan sekali klik saja bisa dibawanya “kemanapun yang kita mau”. Selain itu perkembangan dunia fana ehhh dunia maya lewat media sosial juga membawa pengaruh besar pada pertukaran informasi sekaligus “pamer” eksistensi. Pamer foto lewat instagram lah, pamer status di facebook lah, pamer kalau lagi ada di suatu tempat lewat path lah, dan masih banyak lah lah lah yang lainnya. 

Termasuk sampainya saya di air terjun yang lagi hitz di instagram, yang punya nama Tama’lulua di Jeneponto ini, tak lain dari foto yang direpost lewat satu akun IG petualangan.

Mumpung masih jadi warga Sulawesi untuk sementara waktu, nggak ada salahnya kalau tempat-tempat keren di sekitar sini didatengin semua. Hmmmm, nggak mungkin bisa semua kali yaaa...??? yah paling nggak tempat-tempat hitz di sekitar Sulawesi Selatan sampai Barat pernah saya datengin.

Entah kebetulan atau memang sudah ditakdirkan, beberapa waktu yang lalu pernah saya buat postingan mengenai perjalanan menuju Pulau Kodingareng Keke di seberang Kota Makassar bersama teman-teman yang baru saja dikenal di pelabuhan penyebrangan. Nah, salah satu dari mereka ada yang orang asli Jeneponto. Jadilah setelah membuat wacana berkunjung ke rumahnya akhirnya saya bisa diantar ke air terjun yang juga bisa dinikmati dari kejauhan dengan menaiki puncak Bukit Bossolo itu.

Oiya, rencana saat itu terasa kurang greget kalau cuman sampai Jeneponto saja, secara kalau terus-terus sedikit udah sampai ke Bulukumba yang punya sederetan surga pesisirnya. Jadinya sekalian saja buat rencana perjalanan ke spot cantik di ujung selatan Sulawesi Selatan itu.

Bukit Bossolo
By The Way dengan perjalanan ini saya juga berhasil memecahkan rekor perjalanan dengan sepeda motor alias touring dengan jarak dan waktu terpanjang. Rekor dalam hidup saya sendiri loh, bukan world record  hahaha. 
Berawal dari Kota Majene (Sulbar) mampir bermalam di Makassar sambil ngajakin seorang kawan buat jadi temen ngobrol sepanjang perjalanan menuju Bulukumba ntar. Paginya baru menuju Jeneponto, nginep semalem di Jeneponto termasuk ke air terjun Tama’lulua. Kemudian baru ke Bulukumba.

Di Bulukumba kami berencana cuma camping semalam di Pantai Bara. Nah, pulangnya dari Bulukumba ke Majene yang non stop nggak pake acara bermalam-bermalam lagi. Total dari Bulukumba ke Majene bisa 15 jam saya ada di jalan, udah termasuk istirahat sejenak di tempat pengisian bahan bakar. Capek sih tapi seru. Apalagi pas pulang udah bawa oleh-oleh pengalaman perjalanan yang luar biasa. Saat-saat kayak gitu bikin nagih deh.

Singkat cerita saat itu kami berdua memulai perjalanan menuju rumah Mail di Jeneponto dari Makassar. Dia cuma membekali kami dengan alamat rumah yang kurang begitu jelas. Tapi soal itu bisa dipikir setelah sampai pusat kota Jeneponto saja. Enaknya, jarak rumahnya dengan spot air terjun sangat dekat. 

Menuju Air Terjun Tama’lulua dan Bukit Bossolo
Kalau teman-teman penasaran dengan air terjun ini bisa ikuti jalan yang kami lewati nih. Lumayan gampang kok, asal pake kendaraan pribadi yah. Untuk angkutan umum mungkin ada, tapi saya nggak tahu pake angkot yang mana kesananya.

Dari Kota Makassar, kita bakal melewati beberapa kabupaten mulai Gowa, Takalar, setelah itu baru Jeneponto. Setelah sampai di pusat keramaian Jeneponto yang ditandai dengan adanya patung kuda, kita bisa berbelok ke kiri ke arah Kecamatan Kelara. Rumah Mail dan air terjun yang ingin kami tuju kebetulan adalah dua kecamatan yang bersebelahan. Rumah Mail di Kec. Kelara dan air terjun berada di Kec. Rumbia. Perjalanan dari patung kuda sampai spot air terjun kira-kira 30 km mengikuti jalan ke arah basecamp Gunung Lompobatang yang juga sempat saya daki juga beberapa waktu silam

Begitu sampai di Rumbia kita harus menemukan terlebih dahulu sebuah lapangan yang berada disamping masjid. Jalan masuk menuju gerbang wisata ada diantara lapangan dan masjid itu tadi. Terus tinggal ikuti jalan itu aja deh sampai di tempat parkiran. Kendaraan roda empat bisa dibawa masuk sampai lokasi parkir kok.

Karena saya kesitu dengan warga lokal, alhasil masuk kawasan wisata nggak pake bayar-bayar. Meskipun bayar pun murah kok, Rp 2.000,- saja per orangnya. Kalau bawa kendaraan ada uang parkirnya juga, Rp 2.000,- untuk satu motor dan Rp 5.000,- untuk mobil. Itu adalah harga saat saya berkunjung kesana loh, kalau naik ya jangan salahkan saya yah. Toh harga tersebut ga sebanding dengan apa yang bakal kita dapat. Bisa dibilang terlalu murah untuk pemandangan yang semenakjubkan itu. Ga percaya? Sok buktikan sendiri saja...

Seperti biasa kalau kita ke air terjun, pastilah ada trekking-trekkingnya. Dari lokasi parkir kita perlu berjalan sebentar sebelum ketemu percabangan antara menuju Bukit Bossolo dan spot air terjunnya. Pilihan yang sulit kalau harus memilih salah satu, tapi gak ada yang ngelarang juga kalau kalian pilih kedua spot yang ada.

Untuk menikmati keindahan air terjun bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan menaiki Bukit Bossolo memandang keindahan air terjun dengan aliran yang terbelah tiga dari kejauhan dan bisa juga berbasah-basahan di bawah terjunan air terjun Tama’lulua.

Air Terjun Tama'lulua
Saran saya agar bisa menikmati kedua spot itu sekaligus dalam hari yang sama, jangan datang terlalu sore karena kalau sudah menuju waktu magrib, kita dilarang turun ke air terjun. 
Menurut saya lebih baik ke Bukit Bossolo terlebih dulu baru ke air terjun karena naik bukitnya nggak terlalu menghabiskan tenaga, tapi untuk turun ke air terjun itu lah yang bakalan menguras tenaga apalagi pas mau balik ke atas, bikin ngos-ngosan. Tapi yang saya sesalkan waktu itu saya kehilangan momen ­sunset yang termasuk yang terindah. Makin keren kalau dilihatnya dari atas Bukit Bossolo sebenarnya. Tapi kalau saya menunggu sunset dengan tetap berada di Bukit Bossolo, saya jadi nggak bisa menuju ke lokasi air terjun, soalnya jatah saya untuk mengexplore Jeneponto cuma sehari itu saja

Saat itu memang sedang dalam masa pembangunan untuk fasilitas-fasilitasnya. Maklum lah, namanya saja tempat wisata yang baru naik daun. Baru rame mulai akhir-akhir itu. Saat itu baru dibangun anak tangga menuju lokasi air terjun. Saya saja masih sempat lewat jalan tanah, kalau teman-teman punya rencana kesana paling anak tangganya sudah jadi sehingga makin gampang deh buat ke air terjunnya. 
Menurut info katanya pembangunan untuk mempercantik wisata tersebut akan terus dilakukan untuk menarik para wisatawan, termasuk akan dipasangi tulisan di tebing ala ala yang ada di Hollywood dan juga akan dipasang lampu sorot warna warni yang bakal memperindah tampilan air terjun saat malam hari.

Keesokan harinya, kami melanjutkan touring menuju Bulukumba. 
Sempat juga kami berhenti di Bantaeng untuk melihat air terjun paling terkenal dari kabupaten itu yang tak kalah indah dengan air terjun di Jeneponto di atas. 
Kalau pengen lihat gimana indahnya Air Terjun Bisappu, Bantaeng bisa klik disini nih...!!!
Kalau cerita selama di Bulukumba bisa dibaca disini.

smbr http://www.ardiyanta.com/
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Jelajahi Air Terjun Tama'lulua & Bukit Bossolo Jeneponto Rating: 5 Reviewed By: PLH Silajara