Wednesday, May 22, 2013

Jelajahi NTT (Mengenal Lebih Dekat NTT)

Sejenak lupakan dulu kehidupan dan peradaban modern atau berbelanja di perkotaan. Mulailah berpetualang di alam terbuka yang menakjubkan di NTT, karena   keindahan alamnya sungguh luar  biasa, keunikan budaya, kenikmatan kulinernya, keramahtamahan masyarakatnya, serta biota laut yang indah dan makhluk purba langka.
Datang ke provinsi ini seolah Anda berada di Planet yang lain. Ya! Karena di sini Anda akan menemukan hal yang benar-benar luar biasa dan mencengangkan. Dari keindahan pantainya yang menawan, kekayaan buadaya yang sangat beragam, hingga bertemu dengan hewan purba komodo.
NTT merupakan wilayah kepulauan yang terdiri dari 1.192 pulau, 432 pulau diantaranya sudah mempunyai nama dan sisanya sampai saat ini belum mempunyai nama. 42 pulau dihuni dan 1.150 pulau tidak dihuni, Diantara 432 pulau yang sudah bernama terdapat 4 pulau besar: Flores, Sumba, Timor dan Alor (FLOBAMORA) dan pulau-pulau kecil antara lain: Adonara, Babi, Lomblen, Pamana Besar, Panga Batang, Parmahan, Rusah, Samhila, Solor (masuk wilayah Kabupaten Flotim/ Lembata), Pulau Batang, Kisu, Lapang, Pura, Rusa, Trweng (Kabupaten Alor), Pulau Dana, Doo, Landu Manifon, Manuk, Pamana, Raijna, Rote, Sarvu, Semau (Kabupaten Kupang/ Rote Ndao), Pulau Loren, Komodo, Rinca, Sebabi, Sebayur Kecil, Sebayur Besar Serayu Besar (Wilayah Kabupaten Manggarai), Pulau Untelue (Kabupaten Ngada), Pulau Halura (Kabupaten Sumba Timur, dll.
Topografis pulau ini sangat beragam, mulai dari pegunungan, landai, hutan, laut, karang, pulau-pluau kecil yang menawan, arus berputar, gelombang yang tinggi, danau, dan sebagainya sungguh menciptakan pemandangan alam yang luar biasa. Apalagi di sini juga dilengkapi dengan wisata bahari seperti diving, fishing, surving, dan outbond.



Hampir semua pulau di wilayah NTT terdiri dari pegunungan dan perbukitan kapur. Dari sejumlah gunung yang ada terdapat gunung berapi yang masih aktif. Di pulau Flores, Sumba dan Timor terdapat kawasan padang rumput (savana) dan stepa yang luas. Pada beberapa kawasan padang rumput tersebut dipotong oleh aliran sungai-sungai.

Wilayah Nusa Tenggara Timur beriklim kering yang dipengaruhi oleh angin musim. Periode musim kemarau lebih panjang, yaitu 7 bulan (Mei sampai dengan Nopember) sedangkan musim hujan hanya 5 bulan (Desember sampai dengan April). Suhu udara rata-rata 27,6° C, suhu maksimum rata-rata 29° C, dan suhu minimum rata-rata 26,1°C.

Portugis telah membuat provinsi ini memiliki peran penting karena sebelumnya NTT merupakan tempat yang terpencil dan jarang dikunjungi pendatang. Portugis juga yang telah memberi nama Pulau Timor dan Solor.
Abad ke-17, Belanda mencoba mengambil alih namun sedikit yang telah dilakukan di wilayah ini. Setelah berabad-abad, kehidupan alam liar di sini tidak berubah sehingga cocok untuk Anda yang menginginkan petualangan di tempat yang eksotik dan alami.




Selain jenis tumbuhan (flora) yang telah dibudidayakan oleh penduduk, seperti tanaman padi, jagung, ubi-ubian, kacang-kacangan, sayur-mayur, buah-buahan, kelapa, cengkeh , vanili, jambu mente, kapas, kapuk, kemiri, asam, dll juga terdapat jenis tumbuhan di kawasan hutan seperti kayu akasia, kayu putih, kayu cendana, kayu lontar, kayu gaharu, dll. Dari sekian banyak jenis tumbuhan kayu ini yang paling terkenal adalah kayu cendana yang memiliki kualitas yang lebih baik dibanding kayu cendana yang ada di wilayah lainnya di Indonesia.
Pohon Kayu Putih dan Pohon Lontar merupakan salah satu jenis tumbuhan yang sangat mendominasi dan mudah didapatkan di daerah ini.
Sementara, jenis fauna yang ada di wilayah ini dan sudah diternakkan, antara lain kuda, sapi, kerbau, kambing, berbagai jenis unggas, disamping itu terdapat binatang liar yang hidup di kawasan hutan seperti rusa, babi hutan, kerbau liar, kuda liar. Satu jenis binatang purba yang hanya ada di wilayah ini dan tidak terdapat di daerah lain di dunia adalah Komodo.



Di NTT terdapat puluhan budaya, ratusan bahasa lokal, ratusan bahkan mungkin ribuan jenis tarian rakyat, puluhan sistem tatanan sosial, model pemerintahan tradisional, dan corak kain tenunan yang indah. Sungguh sebuah tujuan wisata budaya paling eksotik dan mempesona untuk Anda kunjungi!
Masing-masing daerah di NTT memiliki bahasa dan tradisi yang berbeda. Masyarakatnya dominan beragama katolik yang dipengaruhi budaya Portugis.
Upacara Pasola Jousting di Pulau Sumba adalah salah satunya yang menarik untuk Anda lihat. Pasola adalah permainan sekelompok penunggang kuda beraneka warna yang melempar lembing dari atas kuda. Upacara ini diadakan selama bulan Februari di desa Lamboya dan Kodi juga bulan Maret di Gaura dan Wanokaka. Upacara ini dimulai beberapa hari setelah bulan purnama dan bertepatan dengan perayaan nyale yaitu menangkap cacing laut di pantai oleh warga sekitar.
Alat musik khas masyarakat NTT adalah sasando, sebuah instrumen musik yang indah suaranya.
Terdapat banyak contoh warisan budaya Eropa yang kental di sini seperti perayaan Paskah di Larantuka dan lambang Kerajaan Maumere. Dahulu dikenal dengan pulau cendana, Sumba terkenal dengan kuda dan kain ikat yang indah. Sumba Barat  terkenal dengan kubur batu, gubuk jerami tradisional dan juga gubuk serupa yang dibangun di atas bambu.
Jumlah bahasa yang dimiliki cukup banyak dan tersebar pada pulau-pulau yang ada yaitu:
  1. Timor, Rote, Sabu, dan pulau-pulau kecil disekitarnya: Bahasanya menggunakan bahasa Kupang, Melayu Kupang, Dawan Amarasi, Helong Rote, Sabu, Tetun, Bural;
  2. Alor dan pulau-pulau disekitarnya: Bahasanya menggunakan Tewo kedebang, Blagar, Lamuan Abui, Adeng, Katola, Taangla, Pui, Kolana, Kui, Pura Kang Samila, Kule, Aluru, Kayu Kaileso;
  3. Flores dan pulau-pulau disekitarnya: Bahasanya menggunakan melayu, Laratuka, Lamaholot, Kedang, Krawe, Palue, Sikka, lio, Lio Ende, Naga Keo, Ngada, Ramba, Ruteng, Manggarai, bajo, Komodo;
  4. Sumba dan pualu-ulau kecil disekitarnya: Bahasanya menggunakan Kambera, Wewewa, Anakalang, Lamboya, Mamboro, Wanokaka, Loli, Kodi;
Penduduk asli NTT terdiri dari berbagai suku yang mendiami daerah-daerah yang tersebar Diseluruh wilayah NTT, sebagai berikut:
  1. Helong: Sebagian wilayah Kabupaten Kupang (Kec.Kupang Tengah dan Kupang Barat serta Semau);
  2. Dawan: Sebagian wilayah Kupang (Kec. Amarasi, Amfoang, Kupang Timur, Kupang Tengah, Kab timor Tengah selatan, Timor Tengah Utara, Belu ( bagian perbatasan dengan TTU);
  3. Tetun: Sebagian besar Kab. Belu dan wilayah Negara Timor Leste;
  4. Kemak: Sebagian kecil Kab. Belu dan wilayah Negara Timor Leste;
  5. Marae: Sebagian kecil Kab. Belu bagian utara dekat dengan perbatasan dengan Negara Timor Leste;
  6. Rote: Sebagian besar pulau rote dan sepanjang pantai utara Kab Kupang dan pulau Semau;
  7. Sabu / Rae Havu: Pulau Sabu dan Raijua serta beberapa daerah di Sumba;
  8. Sumba: Pulau Sumba;
  9. Manggarai Riung: Pulau Flores bagian barat terutama Kan Manggarai dan Manggarai Barat;
  10. Ngada: Sebagian besar Kab Ngada;
  11. Ende Lio: Kabupaten Ende;
  12. Sikka-Krowe Muhang: Kabupaten Sikka;
  13. Lamaholor: Kabupaten Flores Timur meliputi Pulau Adonara, Pulau Solor dan sebagian Pulau Lomblen;
  14. Kedang: Ujung Timur Pulau Lomblen;
  15. Labala: Ujung selatan Pulau Lomblen;
  16. Pulau Alor: Pulau Alor dan pulau Pantar.








Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan ibukota terletak di Kupang, terdiri dari 1 Kota dan 20 Kabupaten. 21 Kabupaten/Kota itu adalah sebagai berikut:
  1. Kota Kupang, ibukota Provinsi NTT
  2. Kabupaten Kupang, dengan ibukota Oelamasi
  3. Kabupaten Timor Tengah Selatan, dengan ibukota So'E
  4. Kabupaten Timor Tengah Utara, dengan ibukota Kefamenanu
  5. Kabupaten Belu, dengan ibukota Atambua
  6. Kabupaten Alor, dengan ibukota Kalabahi
  7. Kabupaten Lembata, dengan ibukota Lewoleba
  8. Kabupaten Flores Timur, dengan ibukota Larantuka
  9. Kabupaten Sikka, dengan ibukota Maumere
  10. Kabupaten Ende, dengan ibukota Ende
  11. Kabupaten Nagekeo, dengan ibukota Mbay
  12. Kabupaten Ngada, dengan ibukota Bajawa
  13. Kabupaten Manggarai Timur, dengan ibukota Borong
  14. Kabupaten Manggarai, dengan ibukota Ruteng
  15. Kabupaten Manggarai Barat, dengan ibukota Labuan Bajo
  16. Kabupaten Sumba Timur, dengan ibukota Waingapu
  17. Kabupaten Sumba Tengah, dengan ibukota Waibakul
  18. Kabupaten Sumba Barat, dengan ibukta Waikabubab
  19. Kabupaten Sumba Barat Daya, dengan ibukota Waitabula
  20. Kabupaten Rote Ndao, dengan ibukota Ba'A
  21. Kabupaten Sabu Raijua, dengan ibukota Menia


Mungkin tulisan ini hanyalah sebagian kecil dari besarnya keindahan alam di NTT yang sempat saya beberkan ke sobat sobit semua, namun kami berharap lewat tulisan yang singkat ini, dapat menambah wawasan sobat mengenai NTT, selamat menjelajah sobat.. from plh Silajara Indonesia

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Jelajahi NTT (Mengenal Lebih Dekat NTT) Rating: 5 Reviewed By: Awaluddin Ahmad