Latest News
Friday, September 2, 2016

Pesta Rakyat Selayar "Jala Ombong"

Suasana Anjala Ombong merupakan pesta rakyat selayar yang dilakukan sejak zaman dahulu
PLH Silajara - Pesta rakyat merupakan bentuk kebudayaan suatu komunitas yang senantiasa selalu dilestarikan dalam berbagai acara adat atau tradisi ritual. Hampir semua daerah saat ini mulai menggali kembali potensi wisatanya melalui pelestarian tradisi tersebut.

Salah satu pesta adat yang kembali dilestarikan di kepulauan Selayar Sulawesi Selatan adalah Anjala Ombong. Sebuah bentuk pesta adat masyarakat setempat yang sudah menjadi tradisi di Kecamatan Bontosikuyu sejak zaman dahulu kala.

Anjala Ombong berarti menjaring melingkar atau mengurung. Dalam bahasa Selayar, Anjala/ jala adalah Jaring dan ombong berarti melingkar atau mengurung. Anjala ombong adalah kegiatan menangkap ikan dengan mengurung ikan dalam suatu perairan kemudian di jaring beramai-ramai. Kegiatan ini adalah tradisi masyarakat yang digelar setiap tahun pada bulan Agustus yang bertujuan menjalin kebersamaan.

Pelaksanaannya pun ditetapkan di sebuah muara sungai kawasan pantai Sangkulu-Kulu km 17 jalan poros Benteng – Appatana, Selayar. Setiap kali pesta rakyat ini digelar, selalu disesaki warga yang datang dari seluruh penjuru kampung. Sebelum acara dihelat, kawasan perairan muara sudah ditutupi dengan bentangan jaring yang lebar dan panjang untuk mengurung ikan.

Prosesi Anjala ombong dimulai dengan ritual dan sesajian sebagai bentuk rasa syukur. Sementara itu masyarakat berkumpul di ujung muara sungai, bersiap untuk masuk ke sungai menangkap ikan. Jenis ikan yang ditangkap adalah belanak (sejenis sardin) dalam bahasa Selayar dinamakan : Juku’ Lompa. Sehari sebelum acara, gerombolan ikan dalam jumlah besar ini sudah dikurung di sungai dengan jaring besar.

Menurut warga, ikan pelagis jenis belanak atau sardin ini sudah dihalau oleh buaya-buaya yang mendiami sungai sangkulukulu dengan memakai bantuan pawang. Ikan-ikan ini kemudian digiring masuk ke dalam muara dimana jaring besar sudah di bentangkan di muara untuk mengurung ikan-ikan tersebut. Setelah pawang memberi tanda bahwa perairan sudah aman untuk turun ke dalam air biasanya di ikuti oleh suara letusan pistol, dan semua yang hadir sudah bisa ikut menangkap ikan menggunakan dengan alat tangkapnya masing-masing. Ada juga yang bahkan menangkap dengan tangannya.

Kadangkala ikan-ikan yang sudah dikurung di dalam sungai sehari sebelumnya mati lantaran pengaruh perubahan suhu air dan dangkalnya sungai saat surut. Jika kondisi tersebut terjadi, bangkai ikan harus disingkirkan karena sudah membusuk.

Kawasan desa di muara Sangku-kulu menjadi sesak oleh pengunjung yang terus berdatangan di pesta rakyat Anjala Ombong. Semakin sesak ketika para pedagang juga ikut berdatangan dan menggelar dagangannya.

Warga kemudian berkumpul ketika sudah menangkap ikan seharian dan langsung memanggangnya ditempat itu juga untuk disantap bersama keluarga dan kerabatnya.
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Pesta Rakyat Selayar "Jala Ombong" Rating: 5 Reviewed By: PLH Silajara