Sunday, April 21, 2013

Lompat Batu Pulau Nias


Gunung Sitoli adalah sebuah kotamadya yang terletak di Pulau Nias, Sumatera Utara. Beberapa tahun yang lalu tepatnya 28 maret 2005, Pulau Nias mengalami musibah bencana alam gempa bumi yang lumayan dahsyat dan mengakibatkan kerusakan fatal serta merenggut korban jiwa.
Namun dibalik semua itu, Pulau Nias mempunyai pesona alam yang luar biasa! Pantai dan ombaknya membuat banyak turis asing datang dalam waktu tertentu untuk melakukan kegiatan olahraga surfing/selancar. Bahkan ombak Nias sudah terkenal ke seantero mancanegara, misalnya ombak di Pantai Sorake, dan Pulau Asu.
Pulau Nias sendiri terbagi menjadi 4 kabupaten dan 1 kota madya. Pulau ini memiliki 1 bandara dengan panjangan landasan 1600 meter saja, yaitu Bandara Binaka, yang terletak kurang lebih 20 kilometer dari pusat kota. Jika kita berangkat dari Bandara Polonia, akan menempuh waktu kurang lebih 50 menit untuk mencapai Nias.
Bagi anda yang menyukai wisata laut, anda harus mulai mempersiapkan diri untuk berwisata ke Pulau Nias. Pantai-pantai dan wisata laut di Nias akan menggoda hati anda untuk bisa menikmati keindahannya.
Di daerah selatan, tepatnya di Desa Bawomataluo masih terdapat peninggalan nenek moyang dan tradisi adat setempat, yaitu rumah batu yang masih berdiri kokoh dengan tradisi adat tarian perang serta yang perlu disaksikan adalah kesenian khas Pulau Nias, Lompat Batu.
Tradisi Lompat Batu di Pulau Nias atau disebut sebagai hombo batu atau fahombo telah berlangsung selama berabad-abad. Batu yang harus dilompati tingginya kira-kira 2 meter, dan atraksi ini menjadi penanda kedewasaan seorang pemuda.
Untuk makanan, hasil lautlah yang sangat lezat. Ikan yang segar, udang, cumi sampai lobster, semua siap dan menanti anda semua. Jika anda datang di bulan tertentu, dan anda seorang penyuka buah durian, maka anda harus menikmatinya! Saya jamin ini akan menjadi sebuah kenangan yang takkan terlupakan.
Lompat batu atau fahombo sebenarnya merupakan ujian kedewasaan bagi lelaki di Pulau Nias

Lompat batu (hombo batu) merupakan tradisi yang sangat populer pada masyarakat Nias di Kabupaten Nias Selatan. Tradisi ini telah dilakukan sejak lama dan diwariskan turun temurun oleh masyarakat di Desa Bawo Mataluo (Bukit Matahari).
Tradisi lompat batu sudah dilakukan sejak jaman para leluhur ,di mana pada jaman dahulu mereka sering berperang antar suku sehingga mereka melatih diri mereka agar kuat dan mampu menembus benteng lawan yang konon cukup tinggi untuk dilompati.
Seiring berkembangnya jaman, tradisi ini turut berubah fungsinya. Karena jaman sekarang mereka sudah tidak berperang lagi maka tradisi lompat batu digunakan bukan untuk perang lagi melainkan untuk ritual dan juga sebagai simbol budaya orang Nias. Tradisi lompat batu adalah ritus budaya untuk menentukan apakah seorang pemuda di Desa Bawo Mataluo dapat diakui sebagai pemuda yang telah dewasa atau belum. Para pemuda itu akan diakui sebagai lelaki pemberani apabila dapat melompati sebuah tumpukan batu yang dibuat sedemikian rupa yang tingginya lebih dari dua meter. Ada upacara ritual khusus sebelum para pemuda melompatinya. Sambil mengenakan pakaian adat, mereka berlari dengan menginjak batu penopang kecil terlebih dahulu untuk dapat melewati bangunan batu yang tinggi tersebut.
Sampai sekarang tradisi ini tetap eksis di tengah budaya moderen yang semakin menghimpit. Semoga saja kita dapat melestarikan budaya ini agar menjadi kebanggaan tersendiri untuk bangsa kita.

Darma.Setiawan di http://daztone.wordpress.com/
(artikel ini dibuat untuk memenuhi tugas Softskill Ilmu Budaya Dasar & buat plh Indonesia, salam kami dari Pulau Nias)


  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Lompat Batu Pulau Nias Rating: 5 Reviewed By: Awaluddin Ahmad