Sunday, April 26, 2015

Mungkinkah Mapala Patuh Pada Kode Etik?

Salam kami dari Yogyakarta
Saat ini kita sering memperoleh berita tentang oknum Mapala yang melanggar aturan dan kode etik.

Sebagai contoh, peristiwa 16 Mapala dari Tanggerang yang nekat menerobos ke Gunung Semeru dua hari yang lalu, meskipun sampai hari ini status Semeru masih ditutup.

Dari situ muncul pernyataan sikap dari sebagian besar anggota Mapala yang lain, ”ah tidak mungkin anggota Mapala melanggar, Mapala punya kode etik”.

Pernyataan seperti itu kalau anak zaman sekarang menjawab dengan kalimat ”pret lu ah…”.

Sebagai seorang yang mengaku Pecinta alam, apapun sebutan, tingkatan atau organisasi, entah itu Sispala, Mapala atau Freelance kita harus selalu memegang prinsip dasar supaya dalam beraktifitas dapat memberikan manfaat, baik untuk diri sendiri, masyarakat, dan lingkungan.

Sebagian besar orang yang gemar beraktifitas di alam bebas yang mengaku bahwa dirinya searang “pecinta alam” telah menjauh atau bahkan tidak mengetahui dasar-dasar dalam bersikap sebagai seorang “pecinta alam”. Termasuk juga Mapala.

Mereka mengaku seorang Mahasiswa Pecinta Alam, yang dengan gagahnya berjalan tegap dengan menggendong carrier besar di punggungnya melintasi bukit dan gunung.

Akan tetapi mereka dengan santainya membuang sampah sembarangan atau melanggar aturan pendakian. Sikap seperti ini sungguh sangat memalukan.

Untuk menjadi seorang Mapala kita tidak perlu pamer gagah, pamer kemampuan, atau pamer apapun sebagai seorang petualang yang handal, cukup memegang teguh sikap dan prinsip pecinta alam sudah cukup untuk menjadi seorang pecinta alam yang sejati.

Lantas sikap dan prinsip pecinta alam itu yang bagaimana…?

Untuk mengawalinya mungkin kita semua perlu memahami terlebih dahulu tentang prinsip dasar pecinta alam dan kode etik pecinta alam.

PRINSIP DASAR PECINTA ALAM :

1. Tidak mengambil apapun kecuali gambar
2. Tidak membunuh apapun kecuali waktu
3. Tidak Meninggalkan apapun kecuali jejak kaki

KODE ETIK PECINTA ALAM :

* Pecinta Alam Indonesia sebagai bagian dari masyarakat Indonesia sadar akan tanggung jawab kami kepada Tuhan, Bangsa dan Tanah Air

* Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa Pecinta Alam adalah sebagai makhluk yang mencintai Alam sebagai anugrah yang Maha Esa

Sesuai dengan hakekat di atas kami dengan kesadaran menyatakan:

1. Mengabdi Kepada Tuhan Yang Maha Esa

2. Memelihara alam beserta isinya serta menggunakan sumber alam sesuai dengan kebutuhannya.

3. Mengabdi kepada Bangsa dan Tanah Air

4. Menghormati tata kehidupan yang berlaku pada masyarakat sekitarnya serta menghargai manusia dan kerabatnya.

5. Berusaha mempererat tali persaudaraan antara Pecinta Alam sesuai dengan azas Pecinta Alam

6. Berusaha saling membantu serta saling menghargai dalam pelaksanaan pengabdian terhadap Tuhan, Bangsa dan Tanah Air.

7. Selesai

(Disyahkan bersama dalam
Gladian IV
Ujung Pandang 1974)

Semua yang mengaku sebagai seorang Mapala yang notabene memiliki jiwa peduli terhadap lingkungan ari kita coba untuk memahami esensi dari prinsip dasar pecinta alam dan kode etik pecinta alam tersebut.

Bukan sekedar tahu, bukan sekedar dibaca saat Diksar, bukan sekedar bangga, atau bahkan sekedar menjadi pajangan hiasan dinding basecamp kita.

Salam Lestari

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Mungkinkah Mapala Patuh Pada Kode Etik? Rating: 5 Reviewed By: http://awalinfo.blogspot.com/